Alm.Dra.Lasmidah,
“Strong Mother”

Alm.Dra. Lasmidah Lahir di Curup 5 Mei 1962. Ia merupakan
anak dari pasangan Alm.Bahakim dan Ibu Rakisem,yang merupakan keturunan
Palembang dan Jawa.Wanita Berusia 52 tahun ini berprofesi sebagai seorang Guru
di SMK Negeri 1 Curup,dan Dosen bantu di Unihaz H.Zairin Curup.Ia memiliki satu
orang suami,dua orang putri,satu orang menantu,dan satu cucu.
Drs.Anuar
Hamidi,suami Dra.Lasmidah berprofesi sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Rejang
Lebong.Anak pertama bernama Desi Wulandari,A.md.Ak yang berprofesi sebagai
salah satu pegawai di Politeknik Raflesia Curup,Desi Wulandari memiliki seorang
suami yang bernama Nanda Hafizh Syauqi yang berprofesi sebagai pegawai di
Panwaslu Kabupaten Rejang Lebong,dan memiliki seorang anak laki-laki yang
bernama Farhan Azizi El-Syauq berusia 5 bulan.Dan Anak kedua bernama Putri
Intan Permatasari,berusia 19 tahun dan merupakan Mahasiswi Ilmu Komunikasi
Universitas Bengkulu.Semenjak anak pertama menikah dan anak bungsu kuliah di
Bengkulu,Alm.Dra.Lasmidah hanya tinggal berdua dengan suaminya di rumah.
Semenjak
3 tahun yang lalu,Alm.Dra Lasmidah di fonis mengidap penyakit Diabetes
Militus.Ketika itu Ia pingsan dan di opname di Rumah Sakit Umum Curup dan
semenjak itu Dokter membatasi pola makan dari Alm.Dra.Lasmidah.Meskipun telah
di fonis penyakit yang cukup berat,tetapi Ia tetap menjadi Ibu yang kuat untuk
keluarga.Alm.Dra.Lasmidah tidak pernah mengeluh dan memperlihatkan jika Ia
lelah dengan penyakitnya.Ia tetap berpura-pura kuat dan menjadi Ibu yang serba
guna.
Alm.Dra.Lasmidah
merupakan sosok yang sempurna bagi kedua putrinya,Ibu yang selalu memberikan
kasih sayang dengan tulus,memberikan nasihat dan selalu mengajarkan sikap
positif menjadi seorang perempuan agar dapat dicontoh oleh kedua putrinya,dan
yang terpenting dia tidak pernah menangis dengan masalah hidup yang di hadapinya.Selama
sakit Ia tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai Guru,setiap pagi Ia berangkat
untuk memberikan ilmu kepada Siswa-Siswi SMK Negeri 1 Curup,dan terkadang
kembali bekerja sebagai Dosen bantu di Unihaz Curup.Semua tau jika Ia lelah,dan
menahan sakitnya.Tetapi,Ia selalu berpura-pura kuat dan tersenyum seakan tidak
ada penyakit yang membebani.Dengan penyakit yang ada di tubuhnya Ia tetap
selalu berusaha membantu orang-orang yang membutuhkannya tanpa memperhatikan
kondisi kesehatannya sendiri.
Namun,3
tahun berjalan ternyata baru diketahui jika Alm.Dra.Lasmidah juga mengidap
penyakit penyempitan jantung.Hingga suatu ketika,kesehatan drop dan di rawat di
Rumah Sakit Umum Curup.Tidak sampai satu hari,hanya 4 jam saja,ternyata yang
Maha Kuasa berkendak lain.Dengan mudah Ia menghembuskan nafas yang terakhir
tanpa harus membuat susah banyak orang.Keluarga seakan tidak percaya dengan
kepergian tersebut,terutama kedua putrinya.
Sosok
wanita kuat,tegar,cantik,pahlawan keluarga,anak didiknya,serta bagi semua orang
itu telah pergi selama-lamanya,hal ini sangat membuat orang-orang terdekat
seakan tidak percaya karena selama hidup Alm.Dra.lasmidah tidak pernah
menunjukan penyakit yang Ia derita. Alm.Dra.Lasmidah telah mampu menipu semua
orang dengan kekuatannya tersebut! Namun,Keluarga tetap percaya jika jalan ini
adalah yang terbaik dari Yang Maha Kuasa.Dan dengan sosok yang baik itulah yang
membuat semua orang seakan tidak percaya bahwa Ia telah pergi,dan mereka
merasakan bahwa kehadiran sosok Ibu kuat ini masih berada di dalam rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar