Rabu, 04 November 2015

Air Terjun Ujan Mas, Wisata Asik,Menghilangkan Penat !

Air Terjun Ujan Mas,
Wisata Asik,Menghilangkan Penat !


Dijalan Aspal yang besar,hari itu tepatnya hari jumat bertepatan dengan berakhirnya Ujian Akhir Semester.Rombangan Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Curup Kelas XI IPA 2 beriringan mengendarai sepeda motor menuju Air Terjun Ujan Mas,Kepahiang. Perjalanan yang menghabiskan waktu 20 menit itu terbawa dengan canda tawa dan riang gembira.Rasa penat yang membayangi hasil UAS seakan terlupakan,dan rasa tidak sabarpun semakin menggebu ketika  rombongan telah sampai di kediaman Aditias yang terletak tidak jauh dari Air Terjun Ujan Mas.Tetapi,setelah itu rombongan harus menempuh hutan selama 30 menit.
Akhirnya,perjalanan yang cukup melelahkan itu terbayarkan dengan sajian alam yang sangat indah.Udara segar,batu-batuan,tanah cokelat,sawah dan kebun cokelat yang membentang luas di perjalanan membuat  perjalanan terasa indah dan menambah rasa kekeluargaan di kelas XI IPA 2 siang hari itu.Air terjun yang terletak di Daerah Ujan Mas dalam itu telah diketahui masyarakat sejak sejak zaman dulu dan sudah ramai di kunjungi wisatawan lokal terutama anak-anak remaja.
Keadaan alam yang sangat menakjubkan itu membuat pengunjung banyak berdatangan untuk melihat dan merasakan segarnya air trjun tersebut.Air terjun Ujan Mas banyak di kunjungi pengunjung lokal terutama anak-anak remaja ketika weekend atau sedang penat karena aktivitas sekolah.
Tanpa serupiah pun kita dapat menikmati salah satu fenomena keindahan alam tersebut.Sepanjang jalan kita akan merasakan perjalanan yang penuh dengan rasa kebersamaaan.Jalan licin penuh dengan batu-batuan membuat kita semakin erat menggenggam tangan teman kita.Selama perjalanan di hutan kita juga dapat menikmati tanaman cokelat yang terbentang luas,jadi jangan takut kelaparan jika sedang dalam pejalanan menuju Air Terjun.Dan di sekitar hutan juga terdapat beberapa pondok kebun milik warga sehingga kita tidak perlu takut untuk berjalan di hutan.

Jalan lurus,berbelok,mendaki,dan turunan akhirnya mengantarkan rombongan menuju air terjun.Hujan yang turun sangat deras membuat saya terjatuh ketika melewati turunan, tetapi keadaan itu tidak membuat kesal bahkan sebaliknya rombongan semakin tertawa lepas. Air yang dingin membuat kami lupa diri,bermain air sepuasnya dan narsis bersama-sama di dalam air terjun.  

Strong Mother

  

Alm.Dra.Lasmidah,
“Strong Mother”
Alm.Dra. Lasmidah Lahir di Curup 5 Mei 1962. Ia merupakan anak dari pasangan Alm.Bahakim dan Ibu Rakisem,yang merupakan keturunan Palembang dan Jawa.Wanita Berusia 52 tahun ini berprofesi sebagai seorang Guru di SMK Negeri 1 Curup,dan Dosen bantu di Unihaz H.Zairin Curup.Ia memiliki satu orang suami,dua orang putri,satu orang menantu,dan satu cucu.
Drs.Anuar Hamidi,suami Dra.Lasmidah berprofesi sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Rejang Lebong.Anak pertama bernama Desi Wulandari,A.md.Ak yang berprofesi sebagai salah satu pegawai di Politeknik Raflesia Curup,Desi Wulandari memiliki seorang suami yang bernama Nanda Hafizh Syauqi yang berprofesi sebagai pegawai di Panwaslu Kabupaten Rejang Lebong,dan memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Farhan Azizi El-Syauq berusia 5 bulan.Dan Anak kedua bernama Putri Intan Permatasari,berusia 19 tahun dan merupakan Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu.Semenjak anak pertama menikah dan anak bungsu kuliah di Bengkulu,Alm.Dra.Lasmidah hanya tinggal berdua dengan suaminya di rumah.
Semenjak 3 tahun yang lalu,Alm.Dra Lasmidah di fonis mengidap penyakit Diabetes Militus.Ketika itu Ia pingsan dan di opname di Rumah Sakit Umum Curup dan semenjak itu Dokter membatasi pola makan dari Alm.Dra.Lasmidah.Meskipun telah di fonis penyakit yang cukup berat,tetapi Ia tetap menjadi Ibu yang kuat untuk keluarga.Alm.Dra.Lasmidah tidak pernah mengeluh dan memperlihatkan jika Ia lelah dengan penyakitnya.Ia tetap berpura-pura kuat dan menjadi Ibu yang serba guna.
Alm.Dra.Lasmidah merupakan sosok yang sempurna bagi kedua putrinya,Ibu yang selalu memberikan kasih sayang dengan tulus,memberikan nasihat dan selalu mengajarkan sikap positif menjadi seorang perempuan agar dapat dicontoh oleh kedua putrinya,dan yang terpenting dia tidak pernah menangis dengan masalah hidup yang di hadapinya.Selama sakit Ia tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai Guru,setiap pagi Ia berangkat untuk memberikan ilmu kepada Siswa-Siswi SMK Negeri 1 Curup,dan terkadang kembali bekerja sebagai Dosen bantu di Unihaz Curup.Semua tau jika Ia lelah,dan menahan sakitnya.Tetapi,Ia selalu berpura-pura kuat dan tersenyum seakan tidak ada penyakit yang membebani.Dengan penyakit yang ada di tubuhnya Ia tetap selalu berusaha membantu orang-orang yang membutuhkannya tanpa memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri.
Namun,3 tahun berjalan ternyata baru diketahui jika Alm.Dra.Lasmidah juga mengidap penyakit penyempitan jantung.Hingga suatu ketika,kesehatan drop dan di rawat di Rumah Sakit Umum Curup.Tidak sampai satu hari,hanya 4 jam saja,ternyata yang Maha Kuasa berkendak lain.Dengan mudah Ia menghembuskan nafas yang terakhir tanpa harus membuat susah banyak orang.Keluarga seakan tidak percaya dengan kepergian tersebut,terutama kedua putrinya.
Sosok wanita kuat,tegar,cantik,pahlawan keluarga,anak didiknya,serta bagi semua orang itu telah pergi selama-lamanya,hal ini sangat membuat orang-orang terdekat seakan tidak percaya karena selama hidup Alm.Dra.lasmidah tidak pernah menunjukan penyakit yang Ia derita. Alm.Dra.Lasmidah telah mampu menipu semua orang dengan kekuatannya tersebut! Namun,Keluarga tetap percaya jika jalan ini adalah yang terbaik dari Yang Maha Kuasa.Dan dengan sosok yang baik itulah yang membuat semua orang seakan tidak percaya bahwa Ia telah pergi,dan mereka merasakan bahwa kehadiran sosok Ibu kuat ini masih berada di dalam rumah.